JENIS – JENIS PROFESI DAN METODE AUDIT DALAM TEKNOLOGI INFORMASI

Posted on May 26, 2010. Filed under: IT | Tags: , , , |

JENIS – JENIS PROFESI DAN
METODE AUDIT DALAM TEKNOLOGI INFORMASI

A. JENIS-JENIS PROFESI

Teknologi Informasi tidak pernah lepas dari yang namanya komputer, yang tidak pernah lepas juga dari 3 komponen penting yaitu, hardware, software, dan brainware. Hardware merupakan komponen perangkat keras yang menunjang kerja dari komputer itu sendiri. Contoh hardware adalah seperti monitor, keyboard, mouse, processor, memory, dan masih banyak lagi. Untuk Softwrare sendiri merupakan perangkat lunak yang mendukung kerja dari computer, yang membantu dalam proses kerja user dalam menggunakan computer. Brainware sendiri adalah otak atau pelaku atau pengguna dari computer itu sendiri yaitu, manusia.
Teknologi sendiri dapat diartikan sebagai alat rekayasa manusia yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan, sehingga dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi adalah suatu alat hasil dari rekayasa manusia yang digunakan untuk menghasilkan sebuah informasi.

* Dalam Oxford English Dictionary (OED2) edisi ke-2 mendefenisikan teknologi informasi adalah hardware dan software, dan bisa termasuk di dalamnya jaringan dan telekomunikasi yang biasanya dalam konteks bisnis atau usaha.
* Menurut Haag dan Keen (1996), Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.
* Menurut Martin (1999), Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang akan digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirim/menyebarkan informasi.
* • Sementara Williams dan Sawyer (2003), mengungkapkan bahwa teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video.

TI adalah Rekayasa ilmu dalam pengolahan data menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya, Sementara Profesi TI adalah orang yang melakukan kegiatan-kegiatan TI tersebut, Berikut merupakan jenis-jenis profesi Teknologi Informasi :
1. Database Administrator
• Mengelola basis data pada suatu organisasi
o Kebijakan tentang data
o Ketersediaan dan integritas data
o Standar kualitas data
• Ruang lingkup meliputi seluruh organisasi/ perusahaan
2. Grafik Designer
• Membuat desain grafis, baik itu web maupun animasi
• Perlu menguasai web design dan aplikasi berbasis web
3. Konsultan IT
• Menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan TI
• Memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi
• Penguasaan masalah menjadi sangat penting
4. Network Specialist
• Kemampuan :
o Merancang dan mengimplementasikan jaringan komputer
o Mengelola jaringan komputer
• Tugas :
o Mengontrol kegiatan pengolahan data jaringan
o Memastikan apakah sistem jaringan komputer berjalan dengan semestinya
o Memastikan bahwa tingkat keamanan data sudah memenuhi syarat
5. Operator
• Menangani operasi sistem komputer
• Tugas-tugas, antara lain :
o Menghidupkan dan mematikan mesin
o Melakukan pemeliharaan sistem komputer
o Memasukkan data
• Tugas biasanya bersifat reguler dan baku
6. Peneliti
• Menemukan hal – hal baru di bidang TI
• Teori, konsep, atau aplikasi
7. Project Manager
• Mengelola proyek pengembangan software
• Tugas: meyakinkan agar pengembangan software
o Dapat berjalan dengan lancar
o Menghasilkan produk seperti yang diharapkan
o Menggunakan dana dan sumber daya lain seperti yang telah dialokasikan
8. Programer
• Kemampuan :
o Membuat program berdasarkan permintaan
o Menguji dan memperbaiki program
o Mengubah program agar sesuai dengan sistem
• Penguasaan bahasa pemrograman sangat ditekankan
9. Sistem Analis and Designer
• Melakukan analisis terhadap sebuah sistem & mengidentifikasi kelebihan, kelemahan, dan problem yang ada
• Membuat desain sistem berdasarkan analisis yang telah dibuat
• Keahlian yang diperlukan :
o Memahami permasalahan secara cepat dan akurat
o Berkomunikasi dengan pihak lain
10. Teknisi Komputer
• Memiliki kemampuan yang spesifik, baik dalam bidang hardware maupun software
• Mampu menangani problem-problem yang bersifat spesifik
11. Trainer :
Melatih ketrampilan dalam bekerja dengan komputer

Seperti bidang yang lainnya, Teknologi Informasi juga memiliki banyak jenis profesi. Dan diambil dari 2 komponen penunjang Teknologi diatas juga dapat menciptakan sebuah bisnis atau lapangan pekerjaan yang dapat dijadikan sebuah profesi di bidang Teknologi Informasi. Berikut ini beberapa jenis profesi di bidang teknologi Informasi, antara lain :
Profesi yang lebih khusus untuk bidang tekhnik pemrograman perangkat lunak diantaranya adalah :
• Application engineer :
• Game programmer
• Computer programmer
• O/S designer/engineer
• S/W application architect
Profesi yang lebih khusus untuk bidang media interaktif diantaranya adalah :
• Web designer
• Web master
• 3D animator
• Virtual reality specialist
• Multimedia producer
• Graphic artist
Profesi yang lebih khusus untuk bidang sistem jaringan diantaranya adalah :
• Network administrator
• Network technician
• PC support specialist
• Telecom network specialist
• Data communication specialist
• Security administrator
Profesi yang lebih khusus untuk bidang layanan dan dukungan informasi diantaranya adalah :
• Technical support engineer
• Technical writer
• Instructional designer
• Application integrator
• Database administrator
• Enterprise system engineer
• Help desk specialist

Kemajuan dan kebutuhan teknologi informasi ini membutuhkan banyak tenaga profesional dalam pengembangan dan pelayanannya. Tenaga profesional ini tergabung dalam sebuah profesi, yaitu profesi TI atau para profesional yang bekerja dalam bidang teknologi informasi yaitu :.
1. Programming Software Engineering
Bidang ini mengkhususkan diri ke dalam pemrograman dan pengembangan perangkat lunak. Beberapa jenis pekerjaan yang masuk ke dalam bidang ini antara lain:
1. Application Engineer
2. Game Programmer
3. Computer Programmer
4. OS Designer/Engineer
5. Software Application Architect

2. Network System
Jenis pekerjaan ini menspesialisasikan diri kepada pembuatan dan pemeliharaan jaringan. Beberapa jenis pekerjaan yang masuk ke dalam bidang ini antara lain:
1. Network Administrator
2. Network Technician
3. PC Support Spesialis
4. Telecommunication Network Specialist
5. Data Communication Analist
6. Security Administrator

3. Information Support and Service
Para profesional di bidang ini menyediakan layanan dan bantuan informasi.Beberapa jenis pekerjaan yang masuk ke dalam bidang ini antara lain:
1. Technical Support Engineer
2. Technical Writer
3. Instructional Designer
4. Application Integrator
5. Database Administrator
6. Enterprise System Engineer
7. Help Desk Specialist
8. Database Development and Administration
9. Enterprise System Analysis and Integration
10. Technical Support
11. Technical Writing

4. Interactive Media
Sesuai dengan namanya, jenis profesi ini lebih berhubungan dengan media interaktif. Beberapa jenis pekerjaan yang masuk ke dalam bidang ini antara lain:
1. Web Designer
2. Web Master
3. 3D Animator
4. Virtual Reality Specialist
5. Multimedia Producer
6. Graphic Art
7. Digital Media
8. Web Development and Administrator

B. METODE AUDIT DALAM TI

Audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebut auditor.
Dalam kegiatan auditing paling tidak mempunyai karakteristik sebagai berikut :

* Objektif: independen yaitu tidak tergantung pada jenis atau aktivitas organisasi yang diaudit
* Sistematis: terdiri dari tahap demi tahap proses pemeriksaan
* Ada bukti yang memadai: mengumpulkan, mereview, dan mendokumentasikan kejadian-kejadian.
* Adanya kriteria: untuk menghubungkan pemeriksaan dan evaluasi bukti–bukti

Di dalam dunia teknologi informasi dibutuhkan juga audit, fungsinya adalah untuk mengevaluasi sistem informasi yang ada di suatu organisasi atau perusahaan. Banyak metode audit dalam teknologi informasi. Ini memungkinkan adanya perbedaan.

Beberapa metode tersebut berbeda karena antara lain disebabkan :

1. Otomatisasi, yaitu seluruh proses di dalam pemrosesan data elektronik mulai dari input hingga output cenderung secara otomatis, bentuk penggunaan dan jumlah kertas cenderung minimal, bahkan seringkali tidak ada (paperless office) sehingga untuk penelusuran dokumen (tracing) audit berkurang dibandingkan sistem manual yang banyak menggunakan dokumen dan kertas.
2. Keterkaitan aktivitas yang berhubungan dengan catatan-catatan yang kurang terjaga.
3. Dengan sistem on line mengakibatkan output seringkali tidak tercetak.
4. “Audit Arround Computer” yang mengabaikan sistem komputer tetapi yang dilihat atau yang diuji adalah Input dan Output.
5. ”Audit Through Computer” menggunakan bantuan komputer (atau software) untuk mengaudit.

Jika pelaksanaan audit di sistem informasi berbasis komputer dilakukan secara konvensional terhadap lingkungan Pemrosesan Data Elektronik seperti dalam sistem manual, maka cenderung tidak menghasilkan hasil yang memuaskan, baik oleh klien maupun auditor sendiri, bahkan cenderung tidak efisien dan tidak terarah. Untuk itu seringkali dalam proses pengembangan sebuah sisem informasi akuntansi berbasis komputer melibatkan akuntan. Jika akuntan terlibat dalam desain sistem Pemrosesan Data Elektronik sebuah organisasi maka akan memudahkan pengendalian dan penelusuran audit ketika klien tersebut meminta untuk pekerjaan audit.
Ada 2 keuntungan jika seorang akuntan terlibat dalam disain sistem informasi dalam lingkungan pemrosesan data elektronik, yaitu :

1. Meminimalisasi biaya modifikasi sistem setelah implementasi dan
2. Mengurangi pengujian selama proses audit.

Tahapan Proses Audit
Dalam melaksanakan tugasnya, auditor yang akan melakukan proses audit di lingkungan PDE mempunyai 4 tahapan audit sebagai berikut :

1. Perencanaan Audit (Audit Planning) : Tujuan perencanaan audit adalah untuk menentukan why, how, when dan by whom sebuah audit akan dilaksanakan. Aktivitas perencanaan audit meliputi :

* Penetapan ruang lingkup dan tujuan audit
* Pengorganisasian tim audit
* Pemahaman mengenai operasi bisnis klien
* Kaji ulang hasil audit sebelumnya (jika ada)
* Mengidentifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi resiko audit
* Penetapan resiko dalam lingkungan audit, misalkan bahwa inherent risk, control risk dan detection risk dalam sebuah on-line processing, networks, dan teknologi maju database lainnya akan lebih besar daripada sebuah sistem akuntansi manual.

2. Penyiapan program audit (Prepare audit program) : Yaitu antara lain adalah mengumpulkan bukti audit (Collection of Audit Evidence) yang meliputi :

* Mengobservasi aktivitas operasional di lingkungan PDE.
* Mengkaji ulang sistem dokumentasi PDE.
* Mendiskusikan dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dengan petugas berwenang.
* Pengujian keberadaan dan kondisi fisik aktiva.
* Konfirmasi melalui pihak ketiga
* Menilai kembali dan re-performance prosedur sistem PDE.
* Vouching ke dokumen sumber.
* Analytical review dan metodesampling.

3. Evaluasi bukti (Evaluation of Audit Evidence) : Auditor menggunakan bukti untuk memperoleh keyakinan yang memadai (reasonable assurance), jika inherent risk dan control risk sangat tinggi, maka harus mendapatkan reasonable assurance yang lebih besar. Aktivitas evaluasi bukti yang diperoleh meliputi :

* Menilai (assess) kualitas pengendalian internal PDE.
* Menilai reliabilitas informasi PDE.
* Menilai kinerja operasional PDE.
* Mempertimbangkan kembali kebutuhan adanya bukti tambahan.
* Mempertimbangkan faktor resiko.
* Mempertimbangkan tingkat materialitas.
* Bagaimana perolehan bukti audit.

4. Mengkomunikasikan hasil audit : Auditor menyiapkan beberapa laporan temuan dan mungkin merekomendasikan beberapa usulan yang terkait dengan pemeriksaan dengan di dukung oleh bukti dan dalam kertas kerjanya. Setelah direkomendasikan juga harus dipantau apakah rekomendasinya itu ditindaklanjuti.

Sumber1
Sumber2
Sumber3
Sumber4

About these ads

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

One Response to “JENIS – JENIS PROFESI DAN METODE AUDIT DALAM TEKNOLOGI INFORMASI”

RSS Feed for Bangun Ariyanto's Blog Comments RSS Feed

informasi yang bagus……


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: