Kesehatan

Tidurlah dengan Lampu Mati

Posted on April 13, 2010. Filed under: Kesehatan | Tags: , , |

tidur-(astrology.com)-dalam

Jakarta, Jika Anda takut tidur malam dalam kamar yang gelap mulailah untuk melatihnya. Tidur dengan lampu mati sangat baik buat kesehatan tubuh dan bisa mencegah beberapa penyakit serius seperti kanker payudara dan kanker prostat.

Tidur malam dalam kamar yang gelap benar-benar bermanfaat buat tubuh. Ahli biologi Joan Robert mengatakan tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya. Hormon ini adalah salah satu hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat.

Sayangnya, hormon melatonin ini tidak akan muncul jika orang tidur malam hari dengan lampu menyala. Adanya cahaya atau sinar membuat produksi hormon melatonin akan berhenti.

Dengan mematikan lampu ketika tidur malam hari, bukan hanya menghemat energi tapi juga meningkatkan kesehatan tubuh. Maka itu tidur malam sambil nonton TV juga sangat tidak disarankan.

Praktisi kesehatan lainnya, Lynne Eldridge M.D yang juga penulis buku ‘Avoiding Cancer One Day At A Time’ juga menuliskan perempuan buta 80 persen lebih kecil terkena risiko kanker payudara dibanding rata-rata perempuan lain. Diduga faktor hormon melatonin yang banyak ditubuhnya karena penglihatan yang gelap membuatnya punya daya tahan tubuh yang lebih tinggi.

Pentingnya tidur malam hari dengan mematikan lampu baru-baru ini juga diteliti oleh para ilmuwan dari Inggris dan Israel. Peneliti menemukan ketika cahaya dihidupkan pada malam hari, bisa memicu ekspresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.

Para ilmuwan mengklaim jika seseorang terbangun di malam hari dan menyalakan lampu selama beberapa detik, maka bisa menyebabkan perubahan biologis yang mungkin mengarah ke kanker.

Jika pada penelitian sebelumnya tidur malam dengan lampu terang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara dan kanker prostat. Maka pada penelitian terbaru ini menunjukkan paparan jangka pendek juga bisa dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

“Orang-orang yang bangun di malam hari disarankan untuk tidak menyalakan lampu. Kami percaya bahwa setiap kali menyalakan cahaya buatan pada malam hari akan memiliki dampak pada jam biologis tubuh, karena ini adalah mekanisme yang sensitif,” ujar Dr Rachel Ben-Sclomo dari University of Haifa, seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (13/4/2010).

Dr Rachel menambahkan bahwa ini adalah temuan terbaru dan masih sebatas penelitian pendahuluan. Namun kini ia dan tim tengah menganalisa wilayah ini secara lebih mendetail. Hasil ini juga telah dilaporkan dalam jurnal Cancer Genetics and Cytogenetics.

Sumber

Advertisements
Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Sel Babi Sembuhkan Diabetes Tipe 1

Posted on April 9, 2010. Filed under: Kesehatan | Tags: , , , , |

(Foto: scientificamerican)

Auckland, Diabetes tipe 1 itu adalah penyakit kencing manis karena keturunan atau kerusakan pankreas. Penderitanya tidak bisa lepas dari insulin. Tapi ada harapan baru untuk menyembuhkannya yaitu dengan menggunakan sel babi.

Di Selandia Baru dan Eropa telah lebih dari 12 orang yang menjalani transplantasi sel-sel babi ke dalam tubuh pasien untuk mengendalikan diabetes.

Sejauh ini sebanyak dua pasien telah mampu berhenti menggunakan insulin sama sekali dan kini sedang dipertimbangkan untuk dikembangkan di Australia.

Michael Helyer (54 tahun) telah menderita diabetes tipe 1 sejak ia masih kecil. Namun sekitar 14 tahun yang lalu, ia menjadi manusia pertama di dunia yang menjalankan transplantasi sel babi ke pankreasnya. Sel-sel tersebut telah dirancang untuk meniru produksi alami insulin di dalam tubuh.

“Ini adalah hasil yang terbaik, kini sel-sel saya telah berhasil memproduksi 30 persen sel dari keseluruhan sel yang saya butuhkan. Jika Anda dapat mengurangi dosis insulin sebesar 30 persen, maka peluang Anda untuk memiliki kadar gula yang buruk akan jauh berkurang,” ujar Michael Helyer, seperti dikutip dari ABC.net.au, Rabu (7/4/2010).

Sel-sel tersebut terus bekerja di dalam tubuh Michael Helyer selama sembilan tahun. Sebagai orang pertama yang diujicobakan, maka jumlah sel yang ditransplantasikan masih sangat kecil. Tapi pada beberapa pasien yang baru, jumlah yang ditransplantasikan sudah lebih banyak sehingga telah mampu untuk berhenti menggunakan insulin sama sekali.

Diabetes tipe 1 telah menyerang hampir sekitar 30 juta orang di seluruh dunia. Profesor Bob Elliott, seorang peneliti teknologi sel hidup (Living Cell Technologies) dan tim berharap, hal ini bisa benar-benar bermanfaat dan dapat menjadi obat bagi penderita diabetes tipe 1.

Meski demikian ada beberapa kekhawatiran bahwa pengobatan ini bisa mengakibatkan penularan virus tertentu dari babi ke manusia. Karenanya beberapa negara masih melarang pengobatan transplantasi sel babi ini.

“Yang penting babi harus bebas dari penyakit dan bisa ditransfer ke manusia. Karenanya hanya babi-babi yang yang bebas dari segala bentuk infeksi saja yang bisa ditransplantasikan ke manusia,” ujar Prof Elliott.

Saat ini hanya babi yang tinggal di sebuah pulau sub-Antartika yang telah hidup sekitar 200 tahun lalu dan terbebas dari segala bentuk infeksi yang digunakan dalam uji coba. Babi-babi tersebut telah ditempatkan di sebuah fasilitas yang dapat menjaganya agar tetap murni, bebas infeksi dan berstatus bebas kuman penyakit.

Disini

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Peringatan: Mengkonsumsi Reptil Mungkin Berbahaya Untuk Kesehatan Anda

Posted on February 11, 2010. Filed under: Kesehatan | Tags: , , , , , |

Peringatan: Mengkonsumsi Reptil Mungkin Berbahaya Untuk Kesehatan Anda

Konsumsi Reptile

Di beberapa tempat di seluruh dunia, reptil menjadi makanan yang lezat, namun para peneliti menulis dalam International Journal of Food Microbiology mengatakan ada efek samping yang berbahaya datang dengan memakan binatang. Para ahli memperingatkan bahwa makan buaya, kura-kura, kadal atau ular dapat mengakibatkan bahaya terpapar parasit, bakteri, virus, dan untuk tingkat yang lebih rendah, kontaminasi dari logam berat dan residu obat dokter hewan. Menurut penelitian, orang dapat juga menangkap penyakit tertentu (trichinosis, pentastomiasis, gnathostomiasis dan sparganosis) dengan makan daging reptil.

“Risiko mikrobiologis paling jelas berasal dari kemungkinan adanya bakteri patogen, terutama Salmonella, dan juga Shigella, Escherichia coli, Yersinia enterolitica, Campylobacter, Clostridium dan Staphylococcus aureus, yang dapat menyebabkan penyakit dengan berbagai tingkat keparahan,” kata Simone Magnino, memimpin penulis studi dan peneliti untuk World Health Organization (WHO).

Magninon mengatakan data tentang risiko bagi kesehatan masyarakat masih dapat disimpulkan, karena tidak ada informasi komparatif tentang mengkonsumsi daging ini dan prevalensi patogen. Juga, ada beberapa penelitian yang dipublikasikan artikel tentang kasus penyakit yang berhubungan dengan reptil mengkonsumsi daging.

“Walaupun sebagian besar informasi yang diterbitkan tentang risiko ini dalam kaitannya dengan reptil dibesarkan sebagai hewan domestik (pets), juga ada publikasi yang berkaitan dengan spesies liar atau mereka yang dibesarkan di penangkaran”, menjelaskan Magnino.

Para ahli menyarankan orang untuk membekukan daging, sama seperti mereka akan dengan makanan lain dari sumber hewan, karena hal ini menonaktifkan parasit. Industri pengolahan dan memasak yang tepat (bukan meninggalkan daging mentah) juga dapat mematikan patogen.

The Scientific Panel on Biological Resiko dari Otoritas Keamanan Makanan Eropa (EFSA) memberikan saran ilmiah independen mengenai isu-isu yang berkaitan langsung atau tidak langsung terhadap ketahanan pangan, termasuk risiko yang terkait dengan reptil makan daging.

Tujuan dari evaluasi risiko ini adalah untuk memasok lembaga-lembaga terkait (Komisi Eropa, Parlemen Eropa, Dewan Uni Eropa dan negara-negara anggota) dengan dasar ilmiah untuk membantu mereka menyusun undang-undang untuk menjamin perlindungan konsumen.

Beberapa negara menggunakan kura-kura, buaya, ular dan kadal sebagai sumber protein dalam rantai makanan manusia. Beku impor daging dari buaya, caiman, iguana dan ular sanca dapat ditemukan di Uni Eropa. Impor ini, yang meningkat, datang terutama dari Afrika Selatan, Amerika Serikat dan Zimbabwe, dan pergi terutama ke Belgia, Perancis, Jerman, Belanda dan Inggris Raya.

Citation: Magnino et al., ‘Biological risks associated with consumption of reptile products’, International Journal of Food Microbiology, September 2009, 134(3), 163-175; doi:10.1016/j.ijfoodmicro.2009.07.001

Sumber

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Menguji Kualitas Pasta Gigi Lewat Telur

Posted on February 5, 2010. Filed under: Kesehatan | Tags: , , |

Menguji Kualitas Pasta Gigi Lewat Telur

Nurul Ulfah – detikHealth

Telur dan Flouride

Jakarta, Ingin tahu seberapa bagus kualitas pasta gigi yang Anda gunakan saat ini? Sebuah eksperimen mudah bisa dilakukan di rumah untuk membuktikan kandungan fluoride dalam pasta gigi. Dengan bermodalkan telur, Anda bisa tahu apakah pasta gigi yang dipakai selama ini cukup mencegah gigi keropos atau tidak.

Gigi keropos adalah kerusakan pada struktur gigi yang berdampak pada lapisan luar yang melindungi gigi, yaitu email. Kerusakan ini dapat terus menjalar hingga lapisan dalam gigi (dentin dan pulpa). Jika kelamaan dibiarkan, bukan hanya sakit gigi yang akan terasa tapi bisa juga penyakit serius.

“Saya pernah punya pasien seorang mantan istri pejabat. Ia divonis terkena stroke hanya gara-gara infeksi di giginya. Dan itu semua terjadi setelah 2 tahun mengalami infeksi gigi,” kata drg Rosa Rai Djalal dalam acara ‘Eggsperimen, Only the Strong Proves Lasting’ di Plaza Sentral, Jakarta, Rabu (3/2/2010).

Menurut dokter cantik yang juga istri Jubir Presiden SBY, Dino Pati Jalal itu, gigi akan mudah keropos jika ada empat faktor, yaitu gigi itu sendiri, substrat (sisa makanan), mikroorganisme dan waktu.

“Plak atau sisa makanan yang mengandung karbohidrat dan gula akan diubah oleh bakteri dalam mulut menjadi senyawa yang bersifat asam. Asam yang dikeluarkan plak lama-lama bisa mengikis email gigi sehingga menyebabkan pengeroposan,” kata drg Rosa.

Oleh karena itu, untuk mencegah dan melindungi gigi dari pengeroposan, pastikan pasta gigi yang digunakan mengandung cukup fluoride. Zat fluoride akan mencegah pengeropposan gigi dengan cara menghambat demineralisasi dan mengeraskan email gigi

Bagaimana mengetahui fluoride itu cukup atau tidak? Cobalah lakukan percobaan sederhana berikut ini :

1. Sediakan sebuah telur, mangkuk dan pasta gigi.
2. Tuangkan pasta gigi ke dalam mangkuk kecil yang telah berisi air, aduk dan larutkan dengan rata
3. Benamkan telur ke dalam larutan pasta gigi, biarkan selama 4 hari
4. Setelah 4 hari, bilas telur yang sudah direndam tersebut hingga bersih lalu keringkan
5. Setelah kering, masukkan telur ke dalam gelas yang berisi larutan cuka dan biarkan selama 3 jam

Jika dalam waktu 3 jam sisi kulit telur yang sudah direndam dalam larutan cuka tersebut menjadi tidak utuh, artinya kandungan fluoride dalam pasta gigi tersebut belum maksimal. Seharusnya fluoride yang ada dalam pasta gigi bisa mempertahankan kalsium pada kulit telur selama 5 jam.

Ciri-ciri telur yang dilapisi pasta gigi ber-fluoride rendah diantaranya:

1. Cepat menghasilkan gelembung-gelembung udara saat pertama kali dicelupkan dalam larutan asam
2. Cepat terapung karena berat jenis telur menjadi berkurang akibat lepasnya kalsium dari kulit telur
3. cepat mengalami pengelupasan cangkang telur dalam waktu 3 jam

Dalam percobaan tersebut, telur dianalogikan sebagai gigi karena sama-sama memiliki jaringan kalsium yang rentan terhadap asam. Sementara itu cuka dianalogikan seperti asam pada mulut. Asam pada cuka dan asam pasa mulut sama-sama bersifat korosif dan bereaksi terhadap kalsium.

Pasta gigi yang bagus adalah pasta gigi yang mampu mencegah kerusakan kalsium gigi dari senyawa asam. Dalam uji coba telur, pasta gigi yang bagus harusnya bisa mencegah kerusakan kulit telur agar tetap utuh dan tidak lepas dari cangkangnya.

Selain sikat gigi menggunakan pasta gigi ber-fluoride cukup, konsumsi sayur dan buah juga harus diperbanyak karena bisa bersifat sebagai self cleaning. “Buah dan sayur akan memicu produksi air liur sehingga mengurangi tingkat keasaman di mulut dan mengurangi risiko gigi keropos,” kata drg Rosa.

Menyikat gigi 2 kali sehari juga sebaiknya jangan diremehkan karena dampaknya bisa mempengaruhi estetika seseorang.

“Imbauan untuk sikat gigi 2 kali sehari (sesudah makan dan sebelum tidur) bukan main-main. Kebersihan dan kerapihan gigi adalah faktor penting yang menunjang estetika, terutama wanita. Biarpun cantik tapi kalau giginya keropos, pasti kelihatannya jadi jelek,” ujarnya.
(fah/ir)

Sumber

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

7 Manfaat Minum Air Kelapa

Posted on January 21, 2010. Filed under: Kesehatan | Tags: , |

7 Manfaat Minum Air Kelapa

Air Kelapa Muda

Selamat mencoba, smoga bermanfaat

1. Air kelapa ternyata lebih bernutrisi ketimbang susu penuh (whole milk) karena tidak mengandung kolesterol dan rendah lemak.

2. Air kelapa dapat memperbaiki sirkulasi darah dan dikenal mampu membersihkan saluran pencernaan.

3. Air kelapa tidak hanya akan membuat sistem kekebalan tubuh Anda lebih baik, tetapi juga membantu tubuh melawan beberapa jenis virus penyebab penyakit.

4. Jika Anda mengidap penyakit batu ginjal, biasakanlah meminum air kelapa secara rutin. Kebiasaan meminum air kelapa akan mambantu memecah batu ginjal dan memudahkan mereka keluar dari tubuh.

5. Air kelapa juga dikenal sejak dahulu dapat menyembuhkan gangguan saluran kencing? Segelas air kelapa akan meredekan rasa sakit akibat susah kencing.

6. Jika Anda masih merasa pusing karena mabuk, tak ada yang bisa memulihkannya dengan cepat selain mengonsumsi air kelapa.

7. Air kelapa yang rasanya lembut sangat kaya akan elektrolit dan potassium . Potassium dapat membantu tubuh mengatur tekanan darah dan fungsi organ jantung.

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

« Previous Entries

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...