Kesenian

Tari SANGHYANG DEDARI

Posted on January 19, 2010. Filed under: Kesenian | Tags: , , |

Tari SANGHYANG DEDARI

Tari Sanghyang Dedari muncul dari adanya fungsi religius. Untuk tetap menjaga keamanan dan kemakmuran desa. Tari ini dipertunjukkan untuk mengusir roh-roh jahat, yang mengganggu penduduk desa, dalam wujud wabah atau kematian.
Dijelaskan bahwa Sanghyang Dedari, adalah jenis tarian ritual dengan kepercayaan bahwa ada saat-saat tertentu turut menemui umatnya dan ia memasuki tubuh si penari. Sanghyang adalah sebutan yang berarti “SUCI”
dedari artinya Malaikat. Tari ini dipentaskan oleh dua orang gadis mungil dibawah umur, karena keperawanan berarti kesucian. Tari Sang Hyang dimana para penarinya kesurupan sebelum menari, dipentas dipura dan diiringi dengan iring-iringan menuju tempat yang ditentukan. Diiringi tembang kidung suara pria dan wanita, para penari mulai melirik-lirik bebas seperti gemulai tarian legong.
Sangat ajaib bahwa gerak mereka selalu sama walaupun mereka menari dengan mata tertutup selama pertunjukan. Begitu kidung berhenti, gadis cilik tersebut terhempas yang kemudian segera digotong dan segera dibebeaskan dari pengaruh kesurupan oleh pemangku, setelah memerciki mereka dengan air suci.

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

TARI KECAK

Posted on January 19, 2010. Filed under: Kesenian | Tags: , , , , , , , |

TARI KECAK

Kecak adalah jenis tari Bali yang paling unik. Kecak tidak diiringi dengan alat musik / gamelan apapun, tetapi ia diiringi dengan paduan suara sekitar 100 orang pria. Ia berasal dari jenis tari Sakral :Sang Hyang”. Pada tari Sanghyang seseorang yang sedang kemasukan berkomunikasi dengan para dewa atau leluhur yang disucikan. Dengan menggunakan si penari sebagai media penghubung para Dewa atau Leluhur dapat menyampaikan sabdanya. Pada tahun 1930-an mulailah disiapkan cerita Epos Ramayuana ke dalam tari tersebut. Secara singkat ceritanya adalah sebagai berikut :

Karena akal jahat Dewi Kayayi (ibu tiri) Sri Rama, Putra mahkota yang syah dari kerajaan Ayodya, diasingkan dari istana ayahandanya Sang Rabu Dasarata. Dengan ditemani adik laki-lakinya serta istrinya yang setia Sri Rama pergi ke hutan Dandaka. Pada saat mereka berada dihutan, mereka diketahui oleh Prabu Dasamuka (Rahwana) seorang raja yang lalim, dan Rahwanapun terpikat oleh kecantikan Dewi Sita. Ia lalu membuat upaya untuk menculik Sita, dan ia dibantu oleh patinya Marica. Dengan kesaktiannya raksasa Marica menjelma menjadi seekor kijang emas yang cantik dan lincah. Dengan demikian maka merekapun berhasil memisahkan Sita dari Rama dan Laksamana. Rahwana lalu menggunakan kesempatan ini untuk menculih Dewi Sita dan membawanya kabur ke Alengka Pura. Dengan mengadakan tipuan ini maka Rama dan Laksamana berusaha menolong Sita dari cengkeraman Raya yang kejam itu. Atas bantuan bala tentara kera dibawah panglima Sugriwa maka mereka berhasil mengalahkan bala raksana Rahwana yang dipimpin oleh Meganada, putranya sendiri. Akhirnya Rama berhasil merebut kembali istrinya dengan selamat.

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...